Monday, November 9, 2015

Ken Belajar Pakai Clodi


Gambar: Google
Berawal dari join ke grup mamah-mamah psiko dan Mahmud Abas--kepanjangan dari "Mamah Muda Anak Baru Satu", dimana kedua grup tersebut tengah memperbincangkan tentang clodi, saya pun jadi ikutan penasaran sama istilah satu itu. Apa itu clodi atau cloth diaper atau popok kain biasa? Sebagai seorang ibu muda, saya termasuk telat banget, banget tahu tentang teknologi satu ini. Untuk yang belum familiar, clodi ini beda dengan popok kain konvensional berbahan selembar katun, tapi lebih mirip popok sekali pakai yang bisa menyerap pipis berkali-kali tanpa takut bocor untuk beberapa lama. Nih penampakannya...

Gambar: Google
Jadi, meskipun popok kain, bunda tidak perlu khawatir harus menggantinya setiap kali ia pipis--kecuali kalo poop, langsung diganti ya dan sebaiknya diganti maksimal 4 jam sekali. Sebenarnya beberapa kali mengunjungi online shop, sempat melihat berbagai merek clodi ini sih dan kok motifnya lucu-lucu, ya... Pas lihat harganya hmm... nggak lucu sama sekali. Sangatlah wajar kalo saat itu saya mengurungkan niat untuk membeli clodi, wong saat itu yang saya lihat satu clodi harganya 250 ribuan. Iya, itu untuk satu clodi, mendingan buat beli pospak (popok sekali pakai) bisa dapat 4 pax, belum lagi kalo diskon bisa lebih banyak lagi. Saat itu pun yang saya pikirkan menggunakan clodi akan mencekik leher kantong dan domper suami  saya.  Maka, saya urungkan niat saya untuk membelinya.

Lebih Hemat dibanding Pakai Pospak
Setelah ngobrol banyak dengan grup Mamah2 Psiko dan Mahmud Abas baru tahu ternyata, merek clodi itu banyak, tinggal pilih mau yang buatan lokal atau yang premium import. Yang lokal, dengan harga terjangkau kualitasnya nggak kalah dengan yang import. Jadi, kalau mau hemat, bisa banget beli yang merek lokal. Harga terjangkau dan kalau dikalkulasi jangka panjang bisa menghemat berkali-kali lipat dibanding pakai pospak sampai toilet training, dan masih bisa diwariskan ke adiknya (ciee.. dah ngomongin adik aja, padahal Ken baru mau 3 bulan) dengan perawatan dan penyimpanan yang tepat

Tapi, nyesel juga sih baru mulai beralih ke clodi sekitar sebulanan yang lalu, jadinya kalau niat menggunakan clodi full-time, jadi kejar tayang padahal clodi baru dicicil sedikit. Di awal memang akan terasa menguras kantong, apa lagi kalo beli langsung banyak...beuh! Investasi di awal sih. Makanya, bunda kalau niat anaknya menggunakan clodi nanti semenjak hamil cicil beli clodi biar nggak gitu berasa pengeluarannya. Lumayan lah sebulan beli 1-2 clodi gitu.

Sampai sekarang Ken baru punya 12 clodi dan harus langsung dicuci untuk dipakai di hari berikutnya. Kalau malam dan pergi-pergi, Ken masih menggunakan pospak karena selain alasan lebih praktis, kami sudah terlanjur setok, jadi ya dihabiskan dulu sembari mencicil beli clodi lagi biar bisa full pake clodi (doain emaknya istiqomah ya, terutama cuci clodinya... heheh).


Saking semangatnya beralih ke clodi, saya jadi kalap belanja clodi. Di bulan awal beli 10 clodi, 3 diantaranya dapat gratisan—kompensasi dari overdue pengiriman barang online shop (Hihih… ada aja ya rezeki). Bulan selanjutnya saya harus menahan diri dulu untuk membeli clodi maksimal 2 buah per bulan dan clodi resmi masuk wishlist prioritas saya sekarang ;D

Lebih Ramah Lingkungan
Alasan lain yang bikin saya tertarik untuk beralih dari pospak ke clodi adalah simply untuk mengurangi perasaan bersalah saya karena menghasilkan gunungan sampah pospak semenjak Ken lahir, Apalagi newborn kan yang setiap abis nenen pasti pup, sehari bisa menyampah kurang lebih 8 pospak kotor. Ternyata, ini juga menjadi alasan utami ayahnya Ken ketika saya berdiskusi soal beralih ke clodi yang pada akhirnya mendukung ide saya. Bapak saya bahkan sempat bertanya apa ada alternative lain selain menggunakan pospak untuk bayi, sedih melihat banyaknya sampah popok kotor di rumah.

Melihat pospak kotor itu saya jadi berpikir, kemana perginya ya popok-popok kotor itu padahal ini baru saya, belum ada berjuta-juta bayi lain yang menggunakan pospak. Jadi, menurut saya cukup bijak kalau kami mulai beralih ke clodi yang bisa dipakai berkali-kali dan pun kalau harus dibuang karena tidak layak pakai, jumlahnya tidak akan sebanyak pospak kotor. Ini juga yang bikin saya semangat cuci clodi setiap hari.

Lebih sehat untuk Kulit
Ini adalah hal lain yang membuat clodi mempunyai nilai lebih di mata saya dibandingkan pospak. Setelah dicobakan clodi, Ken jadi terhindar dari ruam. Ini karena bahan clodi lebih alami dibandingkan dengan pospak yang memang mengandung bahan kimia, sehingga meminimalisasi risiko terkena penyakit akibat zat-zat berbahaya kimiawi. Selain itu, menggunakan clodi, saya tidak perlu mengaplikasikan bedak atau rash cream ke pantat Ken karena selain tidak perlu, penggunaan keduanya bisa menurunkan performa clodi sehingga daya serap clodi akan berkurang.

Mencuci clodi juga ternyata ada tekniknya lho, kalau menggunakan deterjen sebaiknya ¼ kali dari jumlah deterjen yang biasa kita pakai (CMIIW ya..) sebab sisa deterjen yang menempel pada clodi juga dapat mengurangi performa clodi. Ken sendiri tidak menggunakan deterjen untuk mencuci clodi, tapi menggunakan laundry ball “Ecowash” yang bebas deterjen, sehingga clodi benar-benar bebas bahan kimia dan lebih sehat untuk digunakan si kecil.


Merek Clodi yang Sudah Pernah Dicoba
Sebagai pemula, belum banyak variasi merek clodi yang saya coba. Tapi, saya mau sharing sedikit deh, siap tahu membantu yang lagi cari-cari tahu soal merek clodi. Simak di bawah ini ya.

1. Babyland 
Ini adalah merek clodi pertama yang saya belikan untuk Ken. Sudah pernah dipakai malam hari dan tidak rembes ataupun bocor. Kurang suka dengan bahan inner-nya yang agak berbulu. Saya pikir Ken akan tidak nyaman memakai clodi ini, ternyata nyaman-nyaman saja tuh. Bahan outernya beda-beda ada yang agak tebal dan kaku, ada juga yang halus. So far, clodi favorit Ken ada di merek ini yang bermotif jeans karena bahan outer-nya halus sekali.
Babyland
2. GG B-Dipe
Beli clodi ini karena banyak direkomendasikan dari review emak-emak di blog. Suka dengan bahan outer-nya yang halus dan insert-nya yang besar, tebal dan dilapisi oleh fleece jadi bisa digunakan untuk clodi tipe coveria. Sayangnya, kalau sudah agak lama dipakai GG ini jadi agak pesing. Tapi, overall suka dengan cutting dan bahannya.

3. Sobi Minky
Suka dengan bahan outer-nya yang seperti bludru dan cutting-nya yang pas untuk Ken. Sayangnya, waktu Ken pupnya lagi banyak suka bocor samping meskipun sudah ada inner gusset. Tapi, untuk pemakaian secara umum masih oke sih.
Sobi Minky

4. Pempem
Modelnya simple dan motifnya lucu. Suka dengan insert-nya yang berbahan litty karena mudah dicuci dan cepat kering. Kurang suka dengan outer-nya yang agak kaku.

5. Smart Kids
Hampir sama dengan pempem, namun bahan outer-nya lebih halus dan insert-nya bukan litty. Menurut saya kurang cocok digunakan untuk malam hari atau lebih dari 3 jam.

6. Bebibum
Ini satu-satunya clodi tipe coveria yang saya punya, sisanya tipe pocket. Jarang digunakan untuk Ken karena terlalu bulky. Meskipun tipe coveria, tetapi tidak bocor digunakan saat Ken pup.


Bagaimana, bunda? Apa tertarik juga untuk beralih ke clodi seperti saya? Awalnya saya sempat urung untuk menggunakan clodi, saya pikir menggunakan clodi itu mahal, ternyata untuk jangka panjang justru lebih hemat. Saya pikir mencuci clodi itu rempong, ternyata nggak juga lho—bahan inner clodi sangat mudah dibersihkan dari kotoran pup. Saya pikir menggunakan clodi itu rempong, ternyata sama saja dengan menggunakan pospak, bedanya pospak tinggal buang kalau clodi ya dicuci. Memutuskan beralih ke clodi itu memang pilihan dan tetap ada plus minusnya, tetapi menurut saya ini pilihan yang baik. Jadi, yuk bunda ubah mindset dulu kalau menggunakan clodi itu serba repot dan #makeclothmainstream ;)


*Silakan kunjungi website ini untuk referensi lebih lengkap soal clodi: 


Cheers!

- SW -

8 comments:

  1. Clody yg digantung warnanya lucuuuy

    ReplyDelete
  2. clodi banyak plus-nya dibanding popok biasa yah mbak? kayaknya kalo ada anak kedua nanti harus pakai clodi nih :)

    TFS mbak, artikelnya bermanfaat :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuk cobain pake clodi untuk anaknya nanti..
      Sama-sama, mbak... alhamdulillaah kalau bermanfaat

      Delete
  3. Bener banget. Clodi tuh investasi jangka panjang. Bisa diwariskan ke adiknya kelak :))

    ReplyDelete
  4. Clodi juga ada yang murah, coba gabung sama grup Kompoka yg nanti ada grup pembuat popok kain, handmade tapi bahan yg digunakan untuk pul, inner sama outernya juga sama jadinya lebih murah. Oh iya, kalau bisa ditambahi lagi tulisannya sekalipun clodi harus tetap diganti maksimal 4 jam ya ^_^

    Salam kenal.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wow.. grup dimana itu? Facebook kah?
      Terima kasih sudah diingatkan mbak.. sudah saya tambahkan ke tulisannya.
      Salam kenal juga :)

      Delete