Wednesday, January 20, 2016

AthaXWening: Episode 4 (5 Detik yang Menentukan)


Menikah berarti menemukan kebiasaan pasangan yang tidak kita ketahui sebelumnya. Bahkan, bisa jadi tidak pernah sedikit pun terbayangkan di dalam pikiran kita bahwa pasangan kita memiliki kebiasaan tersebut. Lebay. Tapi memang begitu adanya. Inilah yang menjadi salah satu bumbu dari pernikahan yang membuat jalannya pernikahan semakin berwarna. Kadang bikin sebel, kadang bikin marah, namun tidak jarang malah bikin kita tertawa dan ingin memukul-mukul manja pasangan kita. Jangan ngiri ya. :p

Pada kesempatan ini, izinkanlah saya untuk menyampaikan secara singkat dan jelas salah satunya. Thanks for reading, btw!

---

Saat itu, saya dan istri sedang menunggu antrian di bidan untuk kontrol kandungan kami istri saya. Alhamdulillaah, kami menemukan bidan profesional yang sangat berpengalaman di dekat kontrakan kami di Depok. Padahal waktu itu kami iseng saja mencoba kontrol di bidan itu, alasannya ya karena dekat. Dan ternyata kesan pertama begitu menggoda! Fasilitasnya bagus, terdapat beberapa kamar pasca bersalin yang bersih dan nyaman, sudah memiliki USG, harganya relatif murah, dan ada ruang tunggu dengan LCD TV dan pendingin ruangan.

Selain itu, ibu bidan di sana sangat informatif sekali. Begitu mengetahui ini kehamilan pertama istri saya, beliau memberikan penjelasan yang sejelas-jelasnya mengenai gambaran bagaimana menjaga kehamilan kepada kami. Apa yang boleh, apa yang tidak boleh, dan apa yang mesti diperhatikan. Saya rasa tidak banyak dokter yang melakukan ini kalau tidak kita tanya secara detil. Dan yang terpenting, ibu bidan tersebut sangat pro-ASI! Beliau juga mengetahui kapasitasnya sebagai bidan. Jadi apabila sudah di luar pengetahuan dan kemampuannya, beliau akan merekomendasikan untuk dirujuk ke dokter kandungan yang juga praktek di sana. Usut punya usut, ternyata ibu bidan tersebut sudah sangat senior. Beliau memulai praktek dari tahun 1984. Wow! Bahkan lahir pun belum saya. Buat yang penasaran, ini alamatnya di Depok. Namanya Bidan Jeanne. 

Btw, saya sebenarnya bukan mau bercerita soal ini. Tapi entah kenapa dorongan hati saya berkata untuk menceritakan dengan jelas bidan tersebut. Barangkali ada yang lagi cari-cari tahu info soal itu. Hehe. Okay, back to topic.

Saat itu, saya dan istri sedang menunggu antrian di bidan untuk kontrol kandungan istri saya. Saya lupa harinya, tapi entah kenapa pada siang hari itu sangat banyak yang ingin kontrol kandungan di sana. Melihat antrian yang begitu panjang, kami memutuskan untuk menunggu di ruang tunggu sambil menonton tv.

Saya (S): Lama juga ya sayang. Laper ngga? Mau aku beliin cemilan dulu?

Istriku Lucu (IL): Iya boleh deh, aku juga laper. Di warung depan situ aja deket.

S: Okee, kamu mau apa? (sambil julurin tangan minta duit)

IL: Aku mau sari kacang ijo sama biskuit-biskuit gitu. (sambil ngasih duit dari dompet)

Setelah mendapatkan uang dari istri saya, saya bergegas menuju warung terdekat. Saya tidak mau menyia-nyiakan waktu dan membiarkan istri saya kelaparan. Saya tahu mengandung itu membutuhkan energi yang besar, so butuh banyak makan pastinya. Sesampainya di warung, saya membelikan sari kacang hijau pesanan istri saya beserta beberapa biskuit dan coklat. Saya sendiri membeli susu strawberry. Begitu mendapatkan semuanya, saya segera kembali ke bidan. Tentunya dengan tidak lupa membayar semua item yang saya beli.

S: Ini sayang. Aku beliin biskuit sama coklat aja ya jadinya (sambil ngasih plastik berisi cemilan)

IL: Makasih ya sayaang. :* (langsung mengambil biskuit dan sari kacang hijau)

S: (mengambil kotak susu dari plastik dan menusukkan sedotan)

Kebetulan saya juga sudah haus saat itu. Sambil meminum susu, saya mengecek hp. Barangkali ada notifikasi yang masuk. Atau mungkin ada yang transfer uang ke rekening saya. Ngarep. Melihat tidak ada yang menarik dan tidak ada notifikasi baru di hp, saya langsung memasukkan hp saya ke kantong. Rasa-rasanya hanya 5 detik saya melihat layar hp saya. Setelah itu..

S: Sayang, bagi sari kacang ijonya dong. Nyobain.

IL: (membalas dengan tatapan ini)


IL: Yaaaaaaah, udah abis sayang. Ngga bilang daritadi sih kalau mau!

S: Lah! Perasaan aku cuman liat hp sebentar doang tadi!

IL: Maaf ya sayaaang.

S: Huft. (ceritanya ngambek)

Nggak habis pikir saya! Ketika saya meleng sedikit untuk melihat hp, istri saya sudah menghabiskan minuman sari kacang hijaunya! Cukup waktu 5 detik saja bagi dia. 5 DETIK! Setelah itu saya tertawa habis-habisan, saya baru tau kalau istri saya bisa seperti itu. Karena selama ini, dia termasuk perempuan yang makannya tidak banyak. Apalagi rakus. Entah itu karena memang haus atau apa. Oh, iya ini penampakan minumannya.

Mungkin bisa saja menghabiskan ini dalam 5 detik.
Tapi apakah wajar? :p

Saat itu, saya berpikir bahwa mungkin hal tersebut adalah kebetulan. Namun seiring berjalannya waktu, saya menemukan bahwa dia cukup sering melakukan kebiasaan itu. Es kelapa jeruk, teh dalam kemasan, susu coklat, dan entah berapa minuman lain yang saya tidak sempat menyicipi karena lupa bilang di awal kalau saya ingin sedikit nyobain. T.T

---

Saling menyicipi makanan dan minuman merupakan hal yang wajar dilakukan bagi para pasangan saat makan bersama. Bahkan, suasana seakan jadi makin romantis. Dari kisah ini, kita dapat belajar bahwa apabila anda sedang makan atau minum bersama pasangan anda, nyatakanlah DI AWAL apabila anda ingin menyicipi makanan atau minuman yang sedang dia nikmati.  Karena kita tidak pernah tahu, apakah 5 detik ke depan makanan atau minuman itu masih tersisa di hadapan kita. Sebelum semuanya terlambat, ingatlah pelajaran dari kisah ini. Lima detik yang menentukan.

Salam,

MAR


Cek episode AthaXWening lainnya di sini

6 comments:

  1. Ceritanya kocak :D thank you for sharing :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama2, Hana.. Thx jg sudah mampir. Anak psiko jg kan ya?

      Delete
  2. Lucu banget dah cerita pasutri wening ini

    ReplyDelete
  3. so sweet banget sebutan buat istrinya :)

    saya juga pernah ngalamin, tapi tak secepat itu dech Mbak. Biasa kalau makan bawa anak kita gantian makannya. giliran saya makan udah dihabisin :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Heheh.. iya aku jg kalo makan bawa anak gantiaan.

      Ah aslinya nggak 5 detik itu.. 10 detik, hahahah.

      Delete