Showing posts with label tips. Show all posts
Showing posts with label tips. Show all posts

Wednesday, June 7, 2017

Review AirBnB: Akomodasi Liburan di London

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu datang juga. Tamu agung dari Indonesia datang ke tempat kami di UK. Siapa lagi kalau bukan datuk dan mbah uti-nya Ken. Senang sekali deh rasanya ketemu dengan wajah yang familiar dari Indonesia.Sebelumnya teman saya dari tempat kerja yang lama juga sempat berkunjung. Itu aja udah bikin kangeeen banget pengin ketemu sama orang-orang tersayang lainnya. Soalnya, entah kenapa jadi sadar kalau ternyata kita beneran jauh ya sama orang tua karena setelah 9 hari jalan-jalan bareng, ketemu setiap hari, eh tiba-tiba kok rumah jadi sepi lagi. Iya, selama ini kan meskipun nggak saling bertemu, tapi aliran informasi dan kabar berjalan dengan lancar aja. Thanks to social media and internet! Jarak jauh, menyeberang samudera dan benua, jadi nggak berasa. 

Sekarang saya mau cerita soal pengalaman pertama pakai BnB nih. Sesuai janji saya di postingan sebelumnya. Jadi, akhirnya kami dapat dong penginapan yang pas di London selama kurang lebih 5 hari. Gimana kesan pertamanya? Oh, we had a reaaaaally pleasant stay in London. Definitely will use them again later when we get travelling to... Japan. Tapi, belum tahu kapan 😝. Nggak apa lah yang penting niat dulu. (lihat juga: Pengalaman Mencari Penginapan di AirBnB & Booking.com)

Sebelum dimulai lebih lanjut ceritanya, boleh ceki-ceki dulu nih link airbnb-nya di sini. Waktu itu harganya masih £63 semalam, eh pas kita cek lagi saat check-out, harganya udah berubah jadi £110. Kayaknya sih karena udah masuk summer, musim liburan ya jadi dimahalin.

Adegan nungguin host bukain pintu di depan rumah ternyata kejadian juga sama kita, wkwk. Nungguin di depan gedung flatnya selama kurang lebih 2 jam, gak jelas. Alasannya karena macet. Iya lho, kota maju kayak London, yang sistem transportasi umumnya udah canggih, masih macet juga. Jadi, tenang warga Jakarta, you're not alone. 

Gedung flat tempat kami menginap di London (photo credit: airbnb.com)

Friendly Host
Alhamdulillaah, host kami baik dan sejak awal komunikasi kelihatan nggak ribet orangnya. Namanya Rachael. Jadi, jadwal check-in yang aslinya itu adalah pukul 6pm, Rachael mengizinkan kita untuk bisa check-in lebih awal. Seneng juga bisa check-in jam 3 - 4 pm. Mengingat koper bawaan kami yang segambreng dari Oxford pukul 10am. Sesampainya di London sekitar pukul 2pm kalo nggak salah ingat, kami langsung meluncur dari Victoria ke flat kami yang ternyata cukup jauh dari zona 1. Memakan waktu selama 1 jam sudah dengan macet untuk sampai di sana. 

Sesuai hasil komunikasi kami dengan host, kami akan bertemu sekitar pukul 3-4pm. Tapi, ternyata Rachael juga kena macet dan baru sampai flat pukul 5pm. Setelah itu, kami langsung dipersilakan untuk masuk. Meskipun sempat luntang-lantung nggak jelas di depan flat, lumayan lah tapi bisa check-in lebih awal dan begitu masuk rumahnya,... aaah sesuai ekspektasi, malah melebihi sih. Selama nungguin Rachael, kami berjalan-jalan di sekitar dock dekat dengan flat. Baguuuus banget viewnya! Sukses mengobati kekecewaan kami.

Dock view di belakang flat

Kid-Friendly House
Ternyata, flatnya lumayan luas dan nggak banyak barang. Pas banget buat yang bawa anak kecil. Ada pot2 kaleng kecil sebagai pajangan di meja langsung kami singkirkan ke tempat yang tidak terjangkau Ken. Daripada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan 😅. Flat ini punya dua kamar tidur yang cukup spacious, satu kamar mandi, dapur, dan gudang. Fasilitas lainnya ada TV dan Wifi juga. Eh, tapi fasilitas yang ditawarkan host bisa berbeda-beda ya disesuaikan dengan harga juga.

Enaknya pilih akomodasi lewat AirBnB ini adalah biasanya sudah ada dapurnya dan segala perlengkapan sudah disiapkan di sana. Mulai dari panci, piring, gelas, microwave, dan mesin cuci juga ada. Bahkan, di kulkas sudah disediakan bahan makanan yang bisa kita konsumsi sesukanya. Kami sendiri beli roti tawar, selai, dan mie instan sendiri. Kadi sewaktu-waktu kelaparan bisa langsung bikin di dapur. Kami juga sempat mencuci baju di sana beberapa kali. Sengaja memang dari awal bawa baju terbatas aja karena tahu di sana ada mesin cuci. Enak kaaan berasa di rumah sendiri ❤. 

Ruang Tamu

Dapur


Good Location
Sebenarnya kalau mau cari akomodasi yang jalan sebentar langsung Oxford Street atau Wesminster (Zona 1) dan punya uang yang banyak sih ini bukan pilihan tepat ya. Soalnya lumayan jauh dari center, mungkin zona 5 kali ya dekat dengan London Airport. Kalau saya sih nggak sanggup cari akomodasi di Zona 1, mahalnya udah nggak masul akal, secara London apa-apa mahal banget 😭. Untungnya flat ini letaknya dekaaaaat banget sama DLR station yang bisa langsung nyambung tube atau underground(fyi, ini semacam MRT yang sedang dibangun di Jakarta saat ini). Jadi, pergi ke center tetap relatif cepat dan bebas macet. So, buat kami masalah lokasi yang jauh jadi nggak ada sama sekali karena dekat DLR tadi. Saking gampangnya, Datuk dan Mbah Uti juga bisa pulang sendiri dari Buckingham Palace ke flat, waktu berpisah dengan saya, suami dan Ken yang mau ikutan tour di Warner Bross Studio 💃. Tapi memang karena datuk dan mbah uti udah sering ngebolang di luar negeri berdua sih, jadi nggak heran.

Jadi, kesimpulannya saya senang dan puas cari akomodasi dengan fasilitas airbnb ini. Untuk pengalaman pertama oke banget lah. Nggak sabar cobain lagi, tapi kapan ya 😂. 

Ingat ya, kamu bisa dapat potongan harga di airbnb.com kalau sign-up dengan link ini 


Semoga reviewnya bermanfaat ya dan selamat jalan-jalan!


Cheers!
Sawitri Wening

Tuesday, April 4, 2017

Pengalaman Mencari Penginapan di AirBnB & Booking.com


Beberapa waktu lalu, ibu mertua saya ngabarin kalau beliau akan berkunjung ke Inggris. Waaah, seneng banget deh rasanya. Apalagi ngebayangin pertemuan antara cucu dan eyangnya yang sudah berbulan-bulan berpisah, kurang lebih 8 bulan. Tapi, yang lebih seru lagi sih ngebayangin bisa jalan-jalan bareng keliling Inggris. Heheh, ngarep banget. Nggak kok, kami cuma nemenin aja. Karena keterbatasan waktu dan biaya, kami akhirnya hanya akan singgah ke 4 kota saja: Bristol (dimana kami tinggal sekarang), Bath (satu jam saja dari Bristol), London (ini wajib lah ya kalau plesiran ke UK), dan terakhir Oxford (karena datuknya Ken mau lihat salah satu kampus tersohor itu). 

Jadi, begitu tahu datuk dan mbauti Ken mau ke sini, kami juga semangat persiapannya dong. Sebenarnya, saya sih yang lebih semangat sampai dorong pak suami buat gerak cepat bikin itinerary dan sama-sama cari penginapan. Btw, ini baru kami sadari setelah menikah lho. Saya dan suami beda banget dalam hal menghadapi "tugas". Ya anggap aja persiapan orang tua ke sini adalah tugasnya. Saya cenderung lebih cepat bergerak karena mungkin agak cemas ya, takut nanti susah cari penginapannya atau tiba-tiba harga jadi mahal semua, dsb. Sementara suami saya orangnya santai banget, bangeeeet. Jadi, dia cenderung mengerjakan tugas nanti kalau sudah dekat waktunya. Canggihnya, tugasnya dia tetap selesai dan nggak pernah nggak memuaskan hasilnya. Tapi, kali ini saya maksa dia biar gerak lebih cepat. Abis gemes kan gimana kalau tiba-tiba hal yang saya sebutin tadi kejadian. Ternyata bener aja, hotel yang kami udah lirik-lirik dari jauh-jauh hari, harganya naik dua kali lipat dari sebelumnya dong karena mikir, nanti aja lah bookingnya masih ada waktu. Padahal hotelnya oke dan strategis banget lokasinya. Tapi, ya sudah lah akhirnya kami cari penginapan lain. Kali ini, saya mau share tentang dua situs website yang kami gunakan untuk mencari penginapan di Inggris. 


Mencari Akomodasi lewat AirBnB

Tampilan halaman depan aplikasi AirBnB. User Friendly!
 Jadi, berhubung hotel di sini mahal-mahal. Kami pun cari alternatif lain. Awalnya, kami menawarkan untuk mencari flat aja lewat AirBnB.com. Ini semacam marketplace buat penyedia hospitality services gitu dan biasanya penyedianya itu personal. Jadi, properti atau tempat yang ditawarkan pun lebih berasa homey karena emang pada dasarnya kebanyakan yang disewain itu kamar atay rumah penduduk lokal. Malah, ada juga lho yang nyewain caravan atau boat beneran di dalamnya udah disediakan berbagai macam keperluan untuk tinggal, seperti tempat tidur, kamar mandi, dapur, dsb. Selain itu karena ini personal business, kita bisa kenalan dan ngobrol langsung sama pemilik properti/host-nya. Well, ini pertama kalinya sih saya coba cari penginapan di sini, untuk di London dan Oxford. Nanti, saya share ya gimana kesan pertamanya.


Salah satu inceran flat di London, Tapi, nggak direspon sama hostnya T,T


Range harganya tentu luas banget, tapi di website ataupun app-nya dia akan kasih tau rata-rata harga sewa di kota yang akan kita datangi itu berapa. Jadi, kita bisa dapat tempat yang biasa banget atau yang mewah ber-jacuzzi juga bisa. 

Berikut adalah tips dari saya saat mencari penginapan lewat AirBnB:
1) Sebelum confirm untuk booking, cek pasti dulu final price-nya karena biasanya akan ada biaya tambahan untuk keamanan atau kebersihan. 

2) Karena kita akan tinggal di tempat orang, pastikan kita melihat foto dan deskripsi dari properti itu dengan seksama. Kalau saya pribadi nggak terlalu suka dengan tempat yang terlalu personalized, kayak banyak tempelan poster band2-nya atau banyak patung atau gambar tertentu yang bikin saya obviously merasa saya lagi numpang di tempat orang. Bukan merasa kayak di rumah sendiri. Bahkan ada juga yang di rumahnya ada anjing/kucingnya, kita pun diperbolehkan berinteraksi dengan hewan peliharaan tersebut. Buat yang senang binatang sih bisa jadi nilai tambah, tapi kalau untuk yang alergi bulu, ini bisa jadi hal minis. Ini pilihan pribadi banget sih. So, baca deskripsinya dengan hati-hati ya.

 3) Cek waktu check-in dan check-out. Ini penting banget karena beda-bedanya bisa jauh banget setiap tempat. Kalau di hotel standarnya wakti check-in jam 1 siang dan check-out jam 11 pagi, di sini ya suka-suka pemiliknya. Ada yang waktu check-in dari jam 6 sore sampai jam 10 malam aja, di luar itu nggak akan dibukain pintu. Ada yang fleksibel 24 jam. Jadi, perhatikan dan sesuaikan dengan waktu kedatangan kita. Jangan sampai mesti luntang-lantung nggak jelas nungguin pintu rumahnya dibukain karena memang belum waktunya check-in. Beda cerita kalau nemu host yang baik hati dan senang menolong.

 4) Yang ini penting banget juga buat manajemen ekspektasi kita; cek review properti yang kita incar. Emang yang namanya 'word of mouth' itu berpengaruh banget ya dalam hal marketing, terutama buat saya, lebih percaya review dari pengalaman orang langsung. Malah ada host yang terang-terangan nulis 'kalau nggak mau kasih 5 bintang mending nggak usah kasih sekalian dan kritik saran dikasih tahu langsung ke dia. Bukan lewat fitur review di website'. Udah lihat foto rumah yang cakep dan deskripsi yang sesuai, ternyata di-review banyak yang ngeluh karena tempatnya nggak sesuai foto, kamar mandinya bocor, dsb. Beda kayak hotel, karena ini tempatnya satu, jadi udah pasti yang bakal kita temui kurang lebih akan sama seperti pengalaman pelanggan sebelumnya. Selain itu, perhatiin juga automatic post tentang booking cancellation. Jadi, kalau host-nya cancel bookingan kita tiba-tiba, bakal ke-post otomatis tuh di reviewnya kalau dia cancel berapa hari sebelum hari-H. Jadi, kalau liat review orang itu sering cancel, bahkan kejadian ada pula yang di-cancel hari-H, mending nggak ambil risiko nggak sih. 

 5) Seperti yang saya bilang, bookingan kita bisa dicancel host. Tapi, sebelum booking pun kita mesti request dulu, nggak semuanya instant. Di awal kita juga mesti memperkenalkan diri kita dulu ke host-nya, semacam permisi dulu lah mau nebeng di tempatnya, tapi bayar. Request kita bisa hangus dalam waktu 24 jam kalau nggak direspom oleh host dan request kita juga bisa ditolak. Jadi, ya mesti cari lagi. Sebaiknya, kita juga carinya satu-satu, jangan sekaligus request 2-3 properti karena kalau di-accept semua, bisa berabe kita. Bayar lebih mahal, karena biasanya akan ada potongan kalau kita yang cancel setelah booking. 

Bisa coba Pirates Life dengan tinggal di Houseboat! 
Jangan lupa masukkan kode potongan harganya. Lumayaaaan banget! Kayak kemarin saya dapat potongan £30 untuk penggunaan pertama kali. Lumayan lah yaaa buat beli lipstick 6 biji (kayak suka beli lipstick aja 😝). Buat yang baru pertama kali coba AirBnB, silakan klik link ini ya https://www.airbnb.co.uk/c/athar7?s=41 dan nikmati potongan harganya! Saya nggak tahu sih kalau di luar Inggris dapatnya jadi berapa. Oiya, AirBnB ini ada hampir di semua kota hits di dunia. Mau ke Bali, Lombok, Seoul, Tokyo, Maldives, Venice, Paris, New York, Jakarta adaaa... 


Booking Penginapan tanpa biaya di Booking.com
Kalau AirBnB tadi saya rekomendasikan buat yang sudah pasti dan sudah jelas kapan akan berlibur atau datang ke suatu tempat. Gimana dong kalau saya maunya lebih fleksibel karena kadang suka labil maunya nginep di A, eh tiba-tiba penginnya di B aja. Saya banget! hehe... Atau punya rencana libutan tanggal segini, tapi kayaknya sekitar tanggal segituan teman mau berkunjung. Yowis, nggak usah pusing-pusing. Langsung lah meluncur ke booking.com. 

Banyak potongan harga yang menggiurkan di booking.com
 Saya tahu situs ini dari salah seorang teman yang saya mintai tolong untuk booking hotel saat kami sampai di London. Seperti biasa ya kita bisa pilih penginapan sesuai dengan harga yang kita mau. Saya dulu pertama datang ke sini menginap di semacam losmen gitu harganya cuma £25 per malam, murah banget. Enaknya, kami nggak harus bayar biaya booking di awal dan free cancellation fee kalau kita cancel beberapa hari sebelum hari-H. Ya, tapi kita memang sudah harus memasukkan nomor kartu kredit kita, jadi kalau sewaktu-waktu kita cancel dan nggak sesuai dengan aturan ya bakal otomatis dipotong. Tapi, kalau nggak, kita baru akan diminta bayar saat datang di tempat. Eh tapi, seingat saya ada juga yang nggak mesti masukin nomor kartu kredit karena benar-benar free cancellation. Mesti diperhatikan ya deskripsi pembayarannya. Ini lumayan membantu terutama yang belum punya doku, tapi pengin booking penginapan dari jauh hari.

Kapan ya bisa menginap di sini nggak usah pakai mikir dulu. Semalam 200 pounds ajah~
Sejauh ini, kami udah menemukan penginapan untuk mama dan papa mertua di Bristol dan London, tinggal satu kota lagi nih. Rasanya seru banget berselancar di situs-situs itu, cari tempat yang pas dan harga yang sesuai kantong sambil ngarep bisa stay di tempat keceeeh, tapi liat kantong langsung sepet muka. Semoga bermanfaat ya! Kalau kamu biasanya gimana caranya cari penginapan saat liburan? ada situs yang jadi andalan juga? Share dong, siapa tahu bisa jadi pilihan juga di kemudian hari. 


Cheers!

Sawitri Wening

Monday, November 21, 2016

Catatan Ibu: Ken Belajar Bicara

Menyebut Nama Benda pada Gambar Tas Laundry

Di usianya yang memasuki usia 15 bulan ini. Ken sedang semangat-semangatnya belajar bicara. Entah sudah berapa banyak kata yang ia tahu. Inisiatif untuk mencatat kata apa saja yang dikenal Ken, saya mulai sejak ia berusia 11 bulan. Saat itu sudah sekitar 24 kata yang berhasil dikuasainya dengan penyebutan suku kata terbelakangnya saja. Misal, Ikan jadi "an", Ayam jadi "am", dsb. Setelah itu, buyar pencatatannya karena Ken meningkatkan kemampuan menyebut kata dengan begitu cepat. Sampai sekarang, pencatatan tetap dilakukan dengan video di instagram dengan hashtag #bahasakenmaruta (tapi akunnya di-private :p). Harapannya supaya saya tahu bagaimana seorang anak mengembangkan kemampuan bahasanya. Menarik deh. Saya juga membuat hashtag lain seperti #kesehatankenmaruta #emosikenmaruta #catatanibukenmaruta disertai dengan keterangan usia Ken dengan harapan memudahkan saya mengingat-ingat perkembangan anak saya. Sekalian buat bahan evaluasi buat pengasuhan anak kedua (eh, dah ngomongin anak kedua ajaaah.. Aamiin dulu deh).

Jadi, mumpung anaknya lagi semangat belajar bicara... berikut ini catatan tentang apa saja yang saya lakukan untuk mendukungnya dan apa yang saya pelajari tentang perkembangan kemampuan bahasa Ken.

1. Rajin baca buku dan ajak ngobrol bayi saat sedang hamil. Saya percaya banget kalau kebiasaan ibu atau orang tua sejak masih mengandung bayi akan berpengaruh ke anak kelak. Sejak dari masih di dalam perut, sama seperti kebanyakan orang tua lakukan; sering ajak bayi berbicara, didengarkan bacaan-bacaan, dsb. Kalau waktu hamil Ken, saya ingat waktu senggang saya biasanya akan saya habiskan dengan membaca novel-novel ringan. Malah lebih cepat selesai dan lebih banyak buku yang bisa saya baca dibandingkan biasanya. Dulu ayahnya Ken selalu bilang, "kayaknya anak kita nanti anaknya suka baca nih." Saya mah mengaminkan saja, semoga benar. Sekarang sih Ken lagi hobi banget minta ambilin buku dan bacain atau minta ambilin aja semua. Perasaannya? antara senang dan lelah, hahahaha.

2. Membacakan buku (read aloud) sejak masih newborn. Saat sedang hamil, saya pernah membaca suatu artikel tentang penelitian yang menyebutkan, kurang lebih, anak yang dibacakan buku sejak masa awal kehidupannya akan memiliki kosakata yang lebih banyak dari anak yang tidak dibacakan buku. Bukunya? Apa aja. Saya pun mulai membacakan Ken buku sejak ia berusia kurang dari 2 bulan. Yang saya bacakan novel atau buku macam "Supernova", "Mengenal Pribadi Muhammad", "The Hobbit", dsb. Intinya buku apa aja yang lagi saya baca, dibacakan keras-keras kayak lagi ngedongengin Ken. Anaknya yah dengerin aja sampai bosan. Kalau udah bosan ya dia menangis. Harapannya waktu itu; Ken familiar dengan buku sehingga akan suka membaca buku, dan supaya anaknya sedini mungkin mengenal berbagai macam kata dan kalimat dengan struktur yang rapi, teratur, dan mengalun (macem lagu aja, mengalun). Kalimat dalam novel tentu lebih baku dan terstruktur dibandingkan dengan kalau mengobrol biasa. Tapi, kebiasaan ini nggak rutin juga sih saya lakukan. Ya kalau lagi pengin aja dan kebetulan lagi baca buku aja.

3. Mengajak bicara seperti layaknya berbicara pada anak yang sudah besar. Nah, kalau ini ibu saya yang ikut mengasuh Ken waktu kami di Jakarta juga sudah melakukannya. Saya belajar banyak dari beliau yang tak pernah putus katanya kalau sedang bersama Ken. Ada saja yang diobrolin seperti sedang bicara sama anak yang sudah besar saja. Tanpa didayu-dayukan, tanpa dicadel-cadelkan. Tapi tetap anak kecil suka dengan gaya bicara yang dilebih-lebih dan terlihat bersemangat. Mereka akan lebih memperhatikan apa yang kita bicarakan.

4. Mengenalkan segala macam nama benda. Segala macam di sini maksudnya benar-benar segala macam. Bukan hanya mengenalkan yang ada di dalam buku, TV, atau hal-hal yang berkaitan dengan aktivitas sehari-harinya. Tapi, termasuk juga hal-hal random. Misalnya, kalau lagi di rumah lagi beberes ada skrup jatuh, saya suka tanya ke Ken, "ini apa Ken?" ya jelas lah dia akan jawab asal atau diam aja karena belum tahu itu apa. Terus saya kasih tahu namanya apa dan dia akan mencoba mengulang. Surprisingly, next time dia ketemu benda itu lagi, meski sudah lama, dia akan ingat namanya apa. Yes, your baby is that smart! Saat ini, Ken sudah tahu ada benda bernama cotton bud, krim, helm, atap, kabel, shower, dsb. Tapi, saat ini justru kami sering sekali dibuat kaget karena Ken tiba-tiba tahu kata yang bahkan belum pernah dikenalkan secara sengaja, hanya dengan mendengarkan percakapan saya dan suami yang bisa dibilang cuma selewat aja.

5. Menjelaskan segala hal yang sedang saya lakukan. Sama halnya dengan poin di atas. Saya juga hampir selalu menjelaskan apa yang sedang saya/kami lakukan. Semua selalu dimulai dengan bertanya kepadanya, "ibu lagi apa, Ken?" dan selanjutnya menjelaskan "ibu lagi menyapu/mencuci piring/masak/dsb". Tujuannya agar dia mulai memahami situasi.

6. Banyak bertanya kembali pada anak. Biasanya saya akan mengulang lagi apa yang sudah dipelajarinya dengan cara bertanya "ini namanya apa?" atau "ibu lagi apa, Ken?"--biasanya sambil masak, nyapu, atau ngelipet baju. Atau challenge him to find a certain thing. Ini jadi andalan saya banget kalau lagi nggak pengin diganggu Ken pas lagi masak atau makan, supaya dia sibuk. Misal, "Ken, mobil yang dikasih Cutbang mana ya? Dari tadi ibu nggak lihat." Terus dia akan kembali dengan mobil di tangannya. Terus tanya lagi. Begitu terus sampai dia inget kalau dia mau minta duduk di highchair atau minta dipangku. Sambil menyelam minum air, bu. Hahahah.

7. Membaca buku bersama/partisipatif. Nah, berbeda dengan poin kedua. Ketika anak sudah mulai bisa diajak komunikasi dua arah, tips nomor dua udah nggak berlaku lagi. Ken kalau dibacain buku, dibacain aja walau sambil sama-sama lihat buku dan gambarnya, dalam hitungan detik dijamin dia bakal kabur karena bosan. Yang bikin dia senang untuk ikut membaca ya sambil ditanya-tanya, diminta cari gambar apa, mengulang nama tokoh, dsb. Intinya Ken harus diajak membahas isi cerita bersama yaitu dengan menyebut kembali gambar-gambar yang ada di buku. 

8. Memperhatikan, mengingat, dan menanggapi maksud dari ocehannya. Ini menurut saya poin yang paling krusial, tsah!  Semakin paham kita dengan apa yang coba diucapkan bayi, semakin cepat bayi membenarkan pengucapan kata ke yang seharusnya. Soalnya menurut bagaimana bisa membantu membenarkan dan mengulang kalau kita tidak tahu apa maksudnya. Karena hampir 24 jam selalu bersama Ken, saya berkesempatan mengikuti betul bagaimana tranformasi pengucapan sebuah kata oleh Ken. Misal, "An" jadi "Itan" baru "Ikan". Saya hampir selalu paham maksud yang ingin dia sampaikan meskipun pengucapannya tidak jelas atau bahkan jauh dari kata yang sebenarnya. Ya banyak juga lah kata-kata yang sampai sekarang saya masih clueless artinya apa. Kayak Ken suka sekali bilang "apopeeet.. apopeeet.." Apa pula maksudnya itu?! Kalau saya hanya mengulang apa yang ia katakan, dia akan menertawakan saya karena ngeh kalau ibunya nggak paham apa yang ia katakan. Respon yang saya tunjukkan berbeda dengan apa yang dia harapkan, sehingga terkadang malah jadi kesal. Kalau sudah begitu biasanya saya mengaku ke dia kalau nggak tahu maksudnya apa atau bilang "oh iya.." Intinya harus tetap ditanggapi supaya anak merasa dihargai dan didengar. Berbeda kalau kita paham maksudnya, misal dia bilang "An" oh, maksudnya "Ikan". Tugas kita mengajarkan pengucapan yang benar, sehingga akan cepat pula anak tahu bagaimanavmengucapkan kata itu secara tepat.

9. Meneruskan kata dalam lagu. Cara fun lain belajar bahasa selain dari buku ya dari lagu. Untuk lagu yang sudah familiar, dia akan mampu meneruskan kata dalam nyanyian. Awalnya hanya suku kata dibelakang, misal kalau saya menyanyi "kau sahabat seja..." dia bisa meneruskan "..ti" begitu sampai lagunya habis. Cara ini juga membantu kemampuan anak dalam merangkai kata. Saat ini Ken sudah bisa merangkai 2-3 kata. Contohnya, dia suka tiba-tiba bersenandung "tau..tabat..ti.." artinya "kau sahabat sejati" bersama dengan nadanya. Malah sekarang hobinya ngajakin nyanyi terus, biasanya dia akan menyebut kata pertama supaya saya meneruskan kata selanjutnya. Kalau dicuekin, dia nggak akan berhenti ngomong kata itu dan berujung ngambek. Ya abis disuruh nyanyi terus, kan capek yaa... :'D



10. Menjelaskan dan bertanya tentang isi video/gambar yang sedang dilihat.  Ken belajar banyak kata juga dari menonton. *Iya, bu... saya bukan termasuk ibu idealis yang benar-benar tidak memberikan screen-time untuk anak. Ya biasanya kalau lagi sibuk ngerjain sesuatu, saya tunjukkan video-video favorit Ken supaya dia ada kegiatan. Sambil masak, cuci piring, sambil ngomong dan nanya-nanya "Lagi apa itu mobilnya, Ken?" atau "Waaah, Ryan senang ya main air." Biar bisa menanggapi begini, sebaiknya harus tahu dulu isi videonya apa supaya . Biasanya Ken juga akan membicarakan apa yang dilihatnya dengan excited. Tentu saja, sambil mengerjakan hal lain, saya tetap menanggapinya. Jadi, anak tetap bisa belajar dan meningkatkan kemampuan bahasanya saat menonton. Oiya, untuk kata-kata yang masih clueless, saya curiga sih dia dapat kata itu dari menonton video yang mostly berbahasa Inggris. Karena bukan bahasa ibu, tentu saja saya tidak familiar dengan bagaimana kira-kira bentuk pertama suatu kata, dalam bahasa Inggris, muncul pada bayi. Misal, kata "Squirell" yang muncul pertama "kuieo". Kalau nggak tau konteksnya, mana paham kita kalau itu artinya tupai.

11. Membetulkan ejaan. Yap, meskipun anak sudah bisa mengatakan suatu kata dengan caranya. Saya biasanya tetap mengajarkan Ken bagaimana mengucapkan suatu kata dengan benar. Misal, Ken kalau menyebut kata "mobil" itu menjadi "dombin". Lalu, saya coba benarkan dan dia bisa mengatakannya menjadi "mobin" lebih dekat dengan bentuk aslinya. Jadi, setiap kali dia bilang "dombin" saya biasanya langsung membetulkan sambil memberi tekanan "mooooobil". Tidak apa perlahan-lahan dibetulkan, dia masih akan terus menyebut "dombin" dan terkadang "mobin". Just make it fun!

12. Memberikan apresiasi saat ia mampu menyampaikan kata/kalimat dengan lebih baik. Ini yang paling penting, sebab anak jadi akan semakin semangat belajar. Betul nggak, buibuuu? ;)

Fase belajar berbicara ini bagi saya adalah fase magis yang benar-benar membuat saya selalu teringat akan kebesaran Tuhan. Bagaimana seorang anak yang hanya bisa menangis tadinya, kini bisa berkomunikasi dengan berucap kata-kata. Karena kata itu begituuuuuu kaya dan bahasa itu begiiiitu kompleks, ada saja hal baru yang saya temui dari Ken. Rasanya setiap hari ada saja pencapaiannya. Untuk catatan juga, setiap anak itu unik. Berbeda-beda ada yang cepat atau lebih lambat pencapaiannya dalam aspek apapun. Tugas kita memberikan stimulus untuk membantunya. Sekian dulu sharingnya. Semoga bermanfaat bagi siapapun yang membacanya. Silakan diambil yang baiknya saja dan dibuang yang buruk-buruknya. Sama-sama belajar ya bu... Silakan kalau ada yang mau menambahkan. Terima kasiiiih...

Selamat pagi!
Sawitri Wening

Monday, October 5, 2015

Ketika Ken terkena Kolik

Saya selalu diwanti-wanti ibu kalau setiap maghrib, Ken wajib dipangku dalam kondisi apapun. Jadi, kalau dia lagi enak-enak bobo di bouncer atau di kasur, saya wajib mengangkat dan memangkunya. Katanya sih biar nggak diganggu mahluk halus. Tibalah hari dimana Ken mulai nampak tidak nyenyak saat tidur malam dan sering kentut-kentut, tapi pake nangis superkenceng. Malam berikutnya, Ken nyaris tidak tidur (nyenyak) sama sekali dan menangis. Saya bingung sendiri karena Ken tidak mau menyusu dan tangisannya semakin keras kalau saya sodori payudara saya. Nah, hubungannya sama maghrib, biasanya "serangan" menangis tiba-tiba dan terdengar seperti kesakitan itu dilakukan Ken setelah adzan maghrib berkumandang. Kebiasaan ini muncul hampir seminggu kalo ngga salah. Setiap masuk waktu maghrib saya selalu deg-degan karena Ken biasanya akan jadi rewel hingga dua jam lamanya. Ini beneran menguji kesabaran dan ketengan diri karena kalau nggak bisa panik sendiri. 

Nangisnya mirip-mirip kayak gini nih, tapi Ken kakinya ditekuk-tekuk gitu ke arah perut kayak orang ngga sabar mau lari... cuma bisa gendong dan elu-elus punggungnya aja :'(


Yang paling bikin saya sedih adalah ketika Ken haus dan menyusu, lima menit kemudian dia akan menangis seperti kesakitan. Hal ini bikin saya bingung, kenapa setiap disusui dia selalu menangis seperti itu--perasaan saya nggak makan makanan pedas. Memang katanya pencernaan bayi belum berkembang sempurna, maka ada zat-zat tertentu yang tidak bisa diterima oleh perut bayi, seperti zat yang ada dalam cabe (entah apa namanya). Selain itu, karena belum berkembangnya sistem pencernaan bayi itu pula yang membuat perut bayi mudah bergas. Makanya bayi suka kentut. 

Setelah mencari tahu via google saya curiga kalau Ken kolik.Saya pun menanyakan hal tersebut pada dr. Ayi. Benar saja, dr. Ayi juga mengatakan kalau itu bisa jadi kolik (nyeri perut) dan tidak berbahaya. Duh, saya ngga ngebayangin (dan emang nggak bisa bayangin, sih) nyerinya seperti apa sampai Ken nangis menjerit-jerit seperti itu. Ketika saya menanyakan apa yang harus saya lakukan untuk mengurangi rasa sakitna (karena disusuin nggak ngaruh), dokter malah menyuruh saya memberikan air gula sebagai analgetik alami untuk mengurangi rasa nyeri. Karena Ken masih ASI eksklusif, maka saya tidak menelan bulat-bulat saran dari dokter dan mencari tahu lagi apa yang bisa saya lakukan untuk mengurangi rasa sakit Ken.

Ini beberapa hal yang saya lakukan saat Ken mulai rewel diambil dari sini:

  • Bedong bayi. Bungkus bayi Anda dalam selimut, pastikan lengan dan kakinya tidak bisa memukul dan membuatnya marah. Dia mungkin akan menangis lebih keras, tetapi bedong harus tetap melekat di tubuh bayi.
  • Memegang perut. Peluklah bayi seolah-olah Anda akan menyusui, tapi menghadap keluar. Jangan sampai bayi baru lahir tidur dengan posisi miring. Posisi miring atau tengkurap tidak baik untuk tidur.
  • Membuat suara 'shhhh'. Anda mungkin tidak tahu bahwa di dalam rahim sangat berisik. Aktivitas suara dalam rahim sering disebut white noise. Katakanlah dengan panjang dan keras sh-hhhhhh di telinga si kecil, sekeras dia menangis, untuk meniru suara mendesing cairan di dalam rahim.
  • Bergoyang. Duduk di lantai dan rentangkan kaki Anda. Letakkan bayi dalam posisi tengkurap. Goyang lutut Anda dengan sangat pelan dan lembut dan kepala bayi harus bergerak sedikit. Ingat jangan percepat gerakan Anda karena sangat berbahaya jika mengguncang bayi terlalu kencang.
Selain itu, setiap mengganti popoknya saya sebisa mungkin membaluri perut, pinggang, dan punggung Ken dengan minyak telon. Untuk membantu mengeluarkan gas di perutnya, saya rutin memijat Ken setiap pagi dan malam hari dengan gerakan sederhana seperti di video ini: 


So far berpengaruh sih sama Ken. Sekarang alhamdulillah udah nggak pernah rewel kayak waktu itu lagi. Oiya, setiap abis menyusu, sebisa mungkin jangan lupa disendawakan supaya gas tidak menumpuk di perut. 

Sekian sharing-nya... semoga bermanfaat :)


- SW -