Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

Monday, August 10, 2015

Sepotong Malam Banowati



Perempuan itu duduk di sisi gazebo yang dikelilingi oleh kolam ikan
Di bawah sana, ikan-ikan lalu lalang berenang, berkelebat dalam penglihatan
Padahal hari sudah gelap
Lingkaran sempurna yang berpendar lembut memantulkan cahaya siang
Bulan menolong siapapun yang butuh cahaya malam itu

Perempuan itu memandang wajah bulan, galau
Istana dan pakaian bertahta emas yang dikenakannya tak mampu menawarkannya
Sebab wajah rembulan sedari tadi menjelma menjadi mahluk pujaannya
"Oh... Arjuna."

Sementara di punggung perempuan itu, seorang laki-laki bertubuh besar sedang memperhatikan
Ia berdeham sekali...
Membuyarkan segala apa yang indah nan sendu dan syahdu
Lengan besar itu merangkulnya, menuntun ke dalam peraduan
Perempuan itu manut, seperti seharusnya

Wajah rembulan kembali menjelma menjadi wajah mahluk pujaannya
Perempuan itu suatu saat akan kembali duduk di sana
memandangi wajah rembulan 
dan melupakan sejenak dunianya


- Sawitri Wening -



Thursday, February 19, 2015

Suatu Ketika

Sebuah puisi sederhana...

SUATU KETIKA
oleh Sawitri Wening

Suatu ketika ku lihat langit bergemuruh
Suatu ketika ku lihat air mengamuk
Suatu ketika ku dengar gunung bergejolak

Suatu ketika…

Tubuh tegap, terasa limbung
Aku terbangun, namun tak sadar
Ada isi, tapi merasa kosong..
Karena terkikis, karena tergugup

Suatu ketika…

Aku berpikir, betapa lemah diri ini
Sedikit saja dihempas cobaan
Ingin meraung, ingin memaki
Lupa siapa pemilik diri sesungguhnya

Suatu ketika...

Deru hangat nafas tak lagi terasa
Tubuh dingin, kaku
Mata terpejam selama-lamanya
Seketika itu juga segala mula berakhir...
dan segala akhir bermula
segala milikNya kembali



- SW -

Tuesday, April 22, 2014

Suatu Hari

Aku ingin duduk
dihadapanmu, sambil menunduk
memandangi barisan kata-kata yang terus bertambah
sambil kau memandangiku sesekali
sambil aku memandangimu sesekali
yang keduanya ditutup dengan senyuman

Lantai kayu berlapis parket
Dinding bata bercat putih
Gantungan mungil warna-warni
Suara detak jam dinding
dan derap langkah kaki kecil

Aku ingin duduk di hadapanmu
sambil tersenyum
hingga senja kita tiba.

Matraman, 23 April 2014
Sawitri Wening

Wednesday, December 4, 2013

Batas

Kata-kata menghilang entah kemana
Jiwa dalam suatu kisah melayang, berkelana
Cara apa yang bisa membuatnya kembali
Kesini...
Sementara sore ini, garis batas akan semakin jelas

Batas,
tak akan membuat ribuan langkah itu terhenti di sini...


Jakarta, 4 Desember 2013

Sawitri Wening

Tuesday, October 15, 2013

Bahagia saja.

Kita berdua duduk menghadap batas laut dan langit yang bertabur bintang
Jauh di belakang sana, orang-orang tidur dalam selimut mereka masing-masing
Hanya ada suara ombak dan angin, dan suara kita yang sedang bercerita
bukan tentangmu, bukan tentangku, apalagi tentang kita
tapi tentang hal lain yang membuat kita mengulum senyum

Siapa yang tahu kalau ada yang meletup-letup di dalam dada, siapa yang sadar...

Di ufuk timur pantai itu, rona jingga mulai muncul
Kokok ayam dan burung pantai sesekali mulai terdengar,
Satu orang di belakang sana terbangun untuk sembahyang,
orang lainnya karena kehausan, dan kelaparan
Cerita kita berjalan seperti kereta yang hampir sampai di stasiun
Aku seperti anak kecil yang kecewa di dalam kereta itu

Fajar mulai datang,
Ini cerita terakhirmu sebelum terang menyelimuti pantai
cerita yang mungkin tak pernah kau rencanakan dibagi kepada siapapun
aku terdiam, paham...
tentu saja yang kau ceritakan bukan tentangmu, bukan tentangku, apalagi tentang kita

Pantai semakin ramai,
orang-orang berdatangan berdiri memandang langit timur dengan kagum
Kita berdiri di atas pasir yang menemani kita bercerita semalam
lalu beranjak ke tempat masing-masing...

Lain kali, mungkin aku akan bernyanyi...
"biar pagi datang setelah aku memanggil terang..."

 Mari Bercerita - Payung Teduh ft. Icha


Selamat malam,

Sawitri Wening